Bekasi, 12 Juni 2026 – STIE ARLINDO resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dompet Yatim dan Dhuafa. Kegiatan yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Lembaga Amil Zakat Nasional dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dari kedua institusi. Lembaga Amil Zakat Nasional hadir Iik Iksandi, SE selaku Direktur LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa, Vikri Permana (Wakil Ketua II) , serta Andrian Nur (Direktur Pendayagunaan). Sementara dari pihak STIE ARLINDO hadir Dr. Didik Setiyadi, S.Kom., M.Kom selaku Ketua STIE ARLINDO dan Yadi Supriyadi, S.M, selaku Kepala Bagian Marketing.
Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti beasiswa pendidikan, pelatihan kewirausahaan, kegiatan sosial kemanusiaan, penelitian, serta penguatan kompetensi mahasiswa. Diharapkan, kemitraan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul serta berkarakter.
Kerja sama antara STIE ARLINDO dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Dompet Yatim dan Dhuafa) juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta program kemanusiaan yang memberikan pengalaman praktis di luar ruang kelas.
Selain itu, sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan program pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan kekuatan akademik yang dimiliki STIE ARLINDO dan pengalaman Dompet Yatim dan Dhuafa dalam bidang sosial kemasyarakatan, berbagai program inovatif dapat diwujudkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Penandatanganan MoU ini juga menjadi momentum penting dalam membangun jejaring kemitraan yang produktif antara dunia pendidikan dan lembaga sosial. Kedua institusi optimistis bahwa kolaborasi yang terjalin tidak hanya memberikan manfaat bagi masing-masing pihak, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat melalui program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial yang berkelanjutan.